Tiket Pesawat Murah

Tiket Pesawat Murah

Night At The Museum Indonesia

INGIN merasakan jalan-jalan di museum saat malam hari? Yuk ikut acara Night at the Museum a la Indonesia!
 
Biasanya, orang-orang akan mengunjungi museum saat siang hari. Namun, bagaimana rasanya jika mengunjungi museum ketika malam hari? Adalah Komunitas Historia Indonesia yang mengadakan acara Night at The Museum. Para peserta yang mengikuti program ini akan diajak berkeliling museum yang ada di Kota Jakarta saat malam hari.
 
“Masuk museum siang-siang sudah biasa, kalau malam kan beda sensasinya juga beda. Enggak semua orang bisa masuk museum di malam hari,” tutur Asep Kambali, Ketua Komunitas Historia Indonesia.
 
Kegiatan ini sudah mulai diselenggarakan sejak tahun 2005 silam. Museum yang didatangi biasanya berada di Kota Jakarta. Setiap kali program ini diselenggarakan rute perjalanan yang ditempuh pun berbeda-beda.
 


Menurut Asep, acara Night at the Museum diselenggarakan untuk lebih mendekatkan museum kepada masyarakat dengan cara yang berbeda. Melalui program ini, ia pun ingin melawan acara-acara mistis yang mengambil latar belakang tempat di museum.
 
“Salah satu tujuannya ingin mendekatkan museum sebagai tempat belajar sejarah kepada masyarakat. Selain itu, kami juga ingin menghilangkan imej mistis yang melekat pada museum,” ujarnya ketika dihubungi Okezone, Jumat (15/2/2013).
 
Program terdekat yang akan dilaksanakan oleh Komunitas Historia Indonesia adalah Night at The Museum Bank Indonesia. Ini adalah pertama kalinya acara serupa diadakan di Museum Bank Indonesia. Berkat kerjasama yang terjalin antara Komunitas Historia Indonesia dan Museum Bank Indonesia, acara seperti ini rencananya akan diadakan tiga kali dalam satu tahun.
 
Uniknya, acara ini tak pernah dipublikasikan secara umum. Anda harus menjadi anggota komunitas ini terlebih dahulu dan mengikuti kegiatan yang mereka lakukan melalui situs resminya maupun jejaring sosial milik KHI. Peserta yang sudah mendaftar pun akan diseleksi terlebih dahulu.
 
“kita sengaja tidak melakukan publikasi, nanti terlalu banyak yang ikut. Biasanya kita batasi hanya 30 orang saja itu pun melalui proses seleksi. Kami juga mendahulukan peserta yang belum pernah ikut,” tambahnya.
 
Menurut Asep, selama mengadakan acara ini, tak pernah ada kendala berarti. Namun, ia berharap pemerintah akan terus mendukung acara yang diadakan Komunitas Historia Indonesia.

Sumber

This entry was posted in , . Bookmark the permalink.

Leave a reply