Tiket Pesawat Murah

Tiket Pesawat Murah

Ssst, Ada Kisah Pilu di Balik Gedung Opera Sydney


Gedung Opera Sydney, Australia adalah landmark paling top yang mewakili Negeri Kanguru. Siapa yang sangka, di balik gedung megah itu ada kisah pilu tentang Jorn Utzon. Siapa dia?

Sore yang gelap pada minggu kedua di bulan Juni. Mendung memenuhi langit Gedung Opera Sydney atau lebih dikenal Opera House Sydney. Gedung tersebut terletak di Bennelong Point, di ujung teluk tak jauh dari Sydney Harbour Bridge.

Sekitar pukul 16.30 waktu setempat, Gedung Opera Sydney ramai pengunjung. Sebagian besar di antaranya asyik berfoto dengan background gedung beratap seperti cangkang berundak tersebut. Sisanya duduk-duduk atau menikmati makan di tempat terbuka.

Oleh pemandu Margot Cuthill, kami, rombongan Maskapai Qantas dan Destination New South Wales dari Indonesia, diminta ikut tur singkat. Selain kami, tak banyak yang ikut. Hanya belasan orang. Sebagian di antaranya merupakan warga Inggris dan turis berwajah Eropa.

Udara dingin mengiringi cerita sang pemandu turis, Gaby, tentang drama sad ending dalam pembangunan ikon Kota Sydney itu. Seperti apa ceritanya?

Gaby, perempuan paruh baya, memimpin tur dan meminta kami memasang headset. Dari lobi, perempuan bertubuh tambun itu membawa kami ke teras dan menceritakan berbagai pemandangan di sekeliling Opera Sydney House. Setelah itu, ia membawa kami masuk.

"Sorry, it is wrong door," kata Gaby saat gagal membuka pintu berbentuk rolling door.

Gaby cukup kerepotan membawa mic dan kertas. Sebab pada saat bersamaan, ia harus membuka pintu besi. Kami hanya tertawa karena tahu perempuan berambut pirang itu bermaksud bercanda dan pura-pura salah membuka pintu.

Yang pertama ditunjukkan Gaby adalah ruang pertunjukan berkapasitas sekitar 300 orang. Katanya, ruangan berkursi merah itu biasa dipakai pentas musik. Turis dipersilakan merasakan empuknya kursi. Tapi tentu tak bisa lama, karena harus segera berpindah ke ruangan lain.

Ruang berikutnya adalah lobi dengan monitor besar. Gaby meminta kami menikmati sajian video. Turis duduk semaunya. Sebab kursi hanya bisa menampung 6-7 orang. Video itu menyuguhkan cikal bakal pembangunan Gedung Opera Sydney. Mulai dari wacana pembangunan pada tahun 1940-an hingga sayembara desain 15 tahun kemudian.

Arsitek Denmark, Jorn Utzon, menang sayembara dan mengalahkan 230-an arsitek dari 33 negara. Pada tahun 1959, gedung mulai dibangun di lahan seluas 2,2 hektare. Ada banyak kendala dalam pembangunan. Desainnya berubah meski bentuk dasarnya tetap. Sia-sialah upaya Utzon merancang Sydney Opera House sesuai keinginannya.

Video sejarah Gedung Opera bersambung. Gaby membawa kami ke lantai atas, melihat Sydney Harbour Bridge yang berada di seberang Gedung Opera. Kemudian, kami diminta duduk di tangga, menyaksikan video berikutnya. Berdasarkan dokumentasi, pembangunan gedung megah itu terus dilakukan.

Pada tahun 1973, gedung selesai dibangun dan pada 20 Oktober 1973 diresmikan oleh Ratu Elizabeth II. Utzon bahkan tidak hadir dalam peresmian gedung paling terkenal di Australia, buah rancangannya itu!

Di akhir video digambarkan Utzon berada di hutan dan membelakangi kamera. Yang mengejutkan, Utzon disebutkan tak pernah melihat hasil akhir rancangannya karena berselisih pendapat dengan pemerintah setempat. Mengenaskan, jika mengingat Sydney Opera House menjadi sangat terkenal di dunia.

"Oh so sad. Ini seperti drama sad ending," kata Gaby dengan ekspresi sedih.

Menurut Gaby, Utzon tak pernah ke Australia sejak Sydney Opera House dioperasikan. Tapi ia dan putranya sepakat membangun sayap baru yang dibuka pada tahun 2006 silam. Utzon meninggal pada tahun 2008 di usia 90 tahun.

Usai suguhan video, kami dibawa Gaby ke lantai atas, ke ruangan-ruangan mewah Gedung Opera Sydney. Di situlah, menurut Gaby, beragam pentas musik dan teater kelas atas digelar.

Saat tur usai, hari sudah gelap. Bulan terhalang mendung. Lampu gedung dan kota tak mampu menyapu punggung Gedung Opera. Suasana redup, seolah meneguhkan cerita Gaby tentang drama sad ending sang arsitek.

Sumber

This entry was posted in . Bookmark the permalink.

Leave a reply